Sabtu 18 Mar 2023 14:05 WIB

Wujudkan Rumah Pintar dengan Peranti Ini

Peralatan rumah tangga di rumah dapat diperintah menggunakan suara,

Rep: Desy Susilawati/ Red: Natalia Endah Hapsari
Orpin  membuat pemilik rumah dapat berinteraksi dengan rumahnya seperti memiliki asisten pribadi di dalam rumah.
Foto: dok Orpin
Orpin membuat pemilik rumah dapat berinteraksi dengan rumahnya seperti memiliki asisten pribadi di dalam rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Membangun rumah pintar kini bukan lagi sekadar mimpi. Dengan memilih peranti yang tepat, rumah pintar bisa terwujud bahkan beserta desain interior yang mendukung.

Itommey Group melalui anak usahanya PT Itommey Interior Pintar meluncurkan produk smart home atau rumah pintar beserta desain interiornya yang diberi nama Orpin. Orpin  membuat pemilik rumah dapat berinteraksi dengan rumahnya seperti memiliki asisten pribadi di dalam rumah.

Baca Juga

Dengan alat ini, peralatan rumah tangga di rumah dapat diperintah menggunakan suara, seperti mematikan atau menyalakan lampu, AC, TV dan musik. 

Tak hanya itu, alat ini juga bisa diperintah untuk menutup dan membuka hordeng dan jendela rumah, bahkan dapat mengontrol robot untuk menyapu atau mengepel rumah secara otomatis. Bahkan, pemilik rumah dapat meminta Orpin untuk melayani tamu, mengingatkan kalau TV belum dimatikan, menyiapkan ruangan makan ke mode romantis dan banyak lagi interaksi yang bisa dilakukan dengan Orpin, seperti memiliki Jarvis di film Ironman.

CEO Orpin, Tomy Hidayat menjelaskan Orpin bukan hanya rumah pintar saja, tapi juga ada desain interior. "Jadi bagaimana Orpin dapat menggabungkan smart home dengan interior design menjadi satu solusi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (18/3/2023). 

Menurut Tomy, pihaknya bukannya hanya membuat rumah pintar tapi membuat rumah itu pintar dengan sebenarnya, sehingga kita benar-benar bisa berinteraksi dengan rumah.

"Kita bukan sekadar menyalakan lampu dari HP atau membuka pintu dari HP tapi kita juga mengembangan Artificial Intelligence (AI), interaksinya, jadi kita bukannya hanya membuat rumah pintar tapi membuat rumah itu beneran pintar, sehingga kita benar-benar bisa berinteraksi dengan rumah," lanjut Tomy.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement