Jumat 10 Mar 2023 13:48 WIB

Menyedihkan, Ratusan Triliun Partikel Plastik Cemari Lautan Dunia

Ada setidaknya 358 triliun partikel plastik yang kini mencemari lautan di dunia.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Relawan muda melakukan bersih pantai di desa Lamteungoh, Aceh Besar. Sebagian besar sampah plastik yang hanyut dari perkotaan di Indonesia berakhir di daerah pesisir setelah mencapai laut lepas.Ada setidaknya 358 triliun partikel plastik dengan berat 4,9 juta ton yang kini mengambang dan mencemari lautan di dunia./ilustrasi
Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Relawan muda melakukan bersih pantai di desa Lamteungoh, Aceh Besar. Sebagian besar sampah plastik yang hanyut dari perkotaan di Indonesia berakhir di daerah pesisir setelah mencapai laut lepas.Ada setidaknya 358 triliun partikel plastik dengan berat 4,9 juta ton yang kini mengambang dan mencemari lautan di dunia./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Ada setidaknya 358 triliun partikel plastik dengan berat 4,9 juta ton yang kini mengambang dan mencemari lautan di dunia. Tanpa adanya intervensi nyata, jumlah sampah plastik yang akan mencemari lautan di dunia bisa meningkat hingga 2,6 kali lipat pada 2040.

Data ini didapatkan dari sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE. Melalui studi ini, tim peneliti menganalisis himpunan data global mengenai polusi plastik pada periode 1979-2019. Data ini didapatkan dari 11.777 stasiun di sepanjang wilayah perairan kunci di Atlantik Utara, Atlantik Selatan, Pasifik Utara, Pasifik Selatan, India, dan Mediterania.

Baca Juga

Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang cepat dan signifikan terkait kelimpahan dan distribusi plastik sejak 2005. Berdasarkan data, tim peneliti mengestimasi ada 82-358 triliun partikel plastik dengan berat sekitar 1,1-4,9 juta ton sampah yang mengambang di lautan pada 2019. Bila dirata-ratakan, ada sekitar 171 triliun partikel plastik yang mencemari lautan, dengan rata-rata berat 2,3 juta ton.

"(Temuan peningkatan ini) mungkin dipengaruhi oleh intervensi kebijakan, produksi plastik, fragmen plastik mengapung yang sudah ada, dan/atau pengelolaan dan perdagangan limbah," lanjut tim peneliti.

Tim peneliti belum mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya lonjakan sampah plastik sejak 2005. Terlepas dari itu, peneliti menilai temuan terbaru ini patut dijadikan alarm peringatan terkait besarnya pertumbuhan cemaran mikroplastik di lautan dunia.

"Ini adalah peringatan keras bahwa kita harus bertindak sekarang dalam skala global," ujar co-founder dan peneliti dari The 5 Gyres Institute, Marcus Eriksen, seperti dilansir Mail Online.

Eriksen menilai intervensi pada tingkat global diperlukan untuk menekan dampak ekologi, ekonomi, dan sosial dari besarnya peningkatan sampah di permukaan lautan dunia. Tanpa adanya intervensi yang serempak di berbagai belahan dunia, sampah plastik yang mencemari lautan akan meningkat sekitar 2,6 kali lipat dalam kurun 2016 hingga 2040.

Tahun lalu, hampir 200 negara di dunia telah menyetujui kesepakatan PBB baru. Dalam kesepakatan ini, para negara yang terlibat sepakat untuk memangkas produksi plastik pada 2024. Ini merupakan kesepakatan terkait lingkungan terbesar sejak kesepakatan iklim Paris pada 2015.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement