Senin 06 Mar 2023 14:07 WIB

Ini Penyebab Sulut Rawan Gempa

Tiga lempeng tektonik yang menyebabkan Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa.

BMKG menyebutkan  ada tiga lempeng tektonik yang menyebabkan Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa.(ilustrasi)
BMKG menyebutkan ada tiga lempeng tektonik yang menyebabkan Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa.(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO---Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tiga lempeng tektonik yang menyebabkan Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa.

"Dari situasi dan kondisi tektonik di Sulut memang ada tiga lempeng laut," sebut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Edward Hennry Mengko.

Baca Juga

Lempeng-lempeng laut tersebut, kata dia, ada yang namanya lempeng Laut Maluku yang letaknya berada di perairan laut antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara terus memanjang sampai ke Talaud.

Berikutnya, di utara Sulawesi ada lempeng Laut Sulawesi, sementara di timur laut Talaud sampai bagian utara Pulau Halmahera ada yang namanya lempeng laut Filipina. "Itu kalau sumber ancaman gempa bumi dari laut di daerah subduksi atau tunjaman," ujarnya.

 

Sedangkan ancaman gempa bumi di darat, ada beberapa sesar atau patahan yang teridentifikasi seperti sesar Gorontalo, sesar Amurang, sesar Bolaang Mongondow dan sesar Airmadidi.

Hanya saja menurut Edward, keadaan sesar atau patahan tersebut belum bisa dinyatakan aktif atau tidak karena harus dilakukan kajian lebih lanjut.

"Jadi secara situasi atau tatanan tektonik kita berada di daerah rawan gempa. Ada prediksi atau teks video beredar akan terjadi gempa, namun yang bisa kami sampaikan bahwa gempa bumi belum bisa diprediksi," katanya.

Kalaupun ada kejadian gempa bumi, kata dia, karena kebetulan Sulut berada di daerah rawan gempa.

Dia menyebutkan, gempa besar yang terjadi tercatat magnitudo 7,1 di Talaud serta magnitudo 6,0 yang berada di Laut Maluku antara Sulut dan Maluku Utara.

"Kami berharap masyarakat tidak langsung percaya atas informasi-informasi yang beredar. Masyarakat bisa menghubungi BMKG Stasiun Geofisika, kami mempunyai saluran informasi, dan kami juga bisa memberikan klarifikasi," ujarnya.

 

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement