Jumat 10 Feb 2023 14:18 WIB

Bentrok Antarormas di Ruko 2 Tambun, Kabupaten Bekasi, Lalu Lintas Macet

Di lokasi, mobil Avanza dengan nomor polisi B 1009 NZQ rusak akibat diserang ormas.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Erik Purnama Putra
Aparat berjaga mencegah terjadinya bentrok antarormas di Jalan Sultan Hasanudin Nomor 233, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/2/2023).
Foto: Republika.co.id/Ali Yusuf
Aparat berjaga mencegah terjadinya bentrok antarormas di Jalan Sultan Hasanudin Nomor 233, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TAMBUN -- Arus lalu lintas di Jalan Sultan Hasanudin Nomor 233, tepatnya di depan Ruko 2 Tambun, Kabupaten Bekasi, tersendat hampir tidak bergerak. Penyebabnya, karena di lokasi yang berada di komplek Ruko BFI Finance terjadi keributan antardua kelompok organisasi masyarakat (ormas) pada Jumat (10/1/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pantauan Republika.co.id, terlihat anggota polisi dan TNI berjaga-jaga mengatur arus lalu lintas dari Bekasi ke arah Cikarang dan Karawang, agar tidak macet. Aparat berjaga di lokasi juga agar jangan sampai anggota ormas bentrok.

Sementara itu, salah satu ormas meneriakkan yel-yel dengan kalimat. "Siap satu komando," begitu kata kelompok ormas yang memaki seragam bertuliskan GIBAS.

Petugas yang berjaga-jaga pun mengimbau kepada para pengendara dengan menggunakan pengeras suara agar tidak berhenti di lokasi keributan. "Ayo sambil jalan sambil jalan," begitu kata personel polisi Ipda Mashuri kepada Republika.co.id saat mengatur arus lalu lintas.

Berkat imbauannya arus lalu lintas mulai lancar. Namun, tetap tidak sedikit pengendara yang berhenti karena penasaran melihat kejadian tersebut.

Di lokasi, sudah ada satu unit mobil rusak dengan kondisi semua kaca pecah. Mobil merek Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1009 NZQ rusak akibat diserang ormas. Sampai pukul 14.01 WIB belum ada polisi yang bisa dimintai keterangan karena kejadian. Republika.co.id masih menyelidiki awal mula penyebab keributan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement