Senin 24 Oct 2022 05:40 WIB

Waspada Fenomena La Nina Triple Dip

La Nina adalah fenomena mendinginnya suhu permukaan laut.

Foto: Republika.co.id
Waspada Fenomena La Nina Triple Dip

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai fenomena La Nina 'triple-dip'. Fenomena apa ini?

- La Nina adalah fenomena mendinginnya suhu permukaan laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di bawah kondisi normalnya.

- Pendinginan SML di Samudra Pasifik tersebut diikuti oleh menghangatnya SML di perairan Indonesia sehingga menggiatkan pertumbuhan awan awan hujan dan menyebabkan sebagian wilayah Indonesia mengalami musim hujan lebih awal.

- Fenomena ini sudah dimulai pada pertengahan 2020 dan diprediksi akan tetap berlangsung hingga akhir 2022 dan kemungkinan berlanjut hingga 2023, sehingga dinamai "Triple Dip".

- Masyarakat perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, bandang, angin kencang, cuaca ekstrem, tanah longsor.

- Waspadai penyakit di musim hujan, yakni diare, demam berdarah, Leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan penyakit kulit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement