Jumat 10 Sep 2021 17:56 WIB

Sudin KPKP Jakbar Bina 500 Warga Jadi Peternak Ikan

Warga juga mendapatkan bantuan berupa benih ikan dari Sudin PKPK Jakbar.

Peternak menata ikan cupang hias miliknya di King Rosetail Indonesia, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2020). Budidaya berbagai jenis ikan cupang hias di tempat tersebut mengalami peningkatan penjualan hingga 30 persen dengan harga jual Rp10 ribu hingga Rp5 juta per ekor.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Peternak menata ikan cupang hias miliknya di King Rosetail Indonesia, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2020). Budidaya berbagai jenis ikan cupang hias di tempat tersebut mengalami peningkatan penjualan hingga 30 persen dengan harga jual Rp10 ribu hingga Rp5 juta per ekor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat membina 500 warga menjadi peternak mandiri ikan lele dan nila yang dikelola di halaman rumah.

Warga juga mendapatkan bantuan berupa benih ikan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat. "Mereka menjadi pembudi daya ikan lele dan nila. Memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk jadi kolam ikan," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat Iwan Indriyanto.

Iwan mengatakan warga tersebut awalnya memanfaatkan lahan tak terpakai di sekitar rumah menjadi kolam ikan sederhana. Setelah itu, warga bisa berkirim surat ke Sudin KPKP Jakarta Barat melalui kelurahan atau kecamatan setempat untuk meminta bantuan berupa bibit ikan.

"Nantinya, bibit ikan tersebut akan diberikan kepada warga yang mengajukan permintaan ke Sudin KPKP. Jumlah bibit ikan yang kita berikan sesuai dengan ukuran kolam yang diajukan," ujar Iwan.

Biasanya, lanjut Iwan, pihaknya memberikan 500 bibit ikan kepada setiap warga. Warga tersebut lalu merawat ikan hingga akhirnya besar dan layak untuk diperjualbelikan.

Beberapa peternak ikan bentukan Sudin KPKP pun sudah ada yang mempunyai penghasilan untuk membeli pakan ikan secara mandiri. Walau sudah menuai pemasukan, Iwan memastikan para pembudi daya ikan tetap bisa mengajukan bantuan benih kepada Sudin KPKP Jakarta Barat.

"Jadi kalau penggiat budidaya ikan saat mengajukan benih mereka harus mengirimkan data hasilnya ikan mereka yang terbaru," tutur Iwan.

Iwan berharap kegiatan budidaya ikan dapat menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan ketika pandemi Covid-19. "Syarat mudah, kalau mau mulai dia bisa melihat potensi adanya lahan tidak termanfaatkan dan ketersediaan air yang baik. Nanti benih bisa diberikan oleh Sudin KPKP," ujar Iwan.

Sebelumnya, pihak Sudin KPKP juga berusaha memperkuat ketahanan pangan dengan cara memberikan pelatihan berbudi daya tanaman hidroponik kepada warga.

"Kita beri edukasi agar mereka bisa melakukan kegiatan cocok tanam, mengedukasi berbudi daya dari rumah supaya mereka bisa menghasilkan produk sayuran yang sifatnya menambah kegiatan dan bisa dikonsumsi sendiri," ujar Iwan.

Pelatihan itu, lanjut Iwan, diperuntukkan untuk warga binaan Sudin KPKP Jakarta Barat yang terdiri dari kelompok tani hingga anggota pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).

Sejauh ini, Irwan mengaku para peserta antusias dengan program edukasi yang diberikan Sudin KPKP tersebut. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang mulai mencoba melakukan praktek budi daya tanaman hidroponik di lingkungan rumah.

Petugas pun, lanjut Irwan, tetap memberikan pengarahan kepada warga jika ada masalah dengan tanaman milik kelompok tani tersebut. "Petugas kita bisa video call dengan pengurus atau kelompok tani misalkan ada yang kena hama, bisa dibantu," kata dia.

Iwan berharap kegiatan ini bisa mendorong warga untuk mengisi waktu luang di rumah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement